Cari Blog Ini

Minggu, 15 Mei 2011

Stimulasi Dini Biar Anak Lebih Pintar dan Kreatif



“Saya memanggil nama dan mengajak bicara Len Al sejak dalam kandungan. Kebiasaan itu terus kami lakukan setelah ia lahir. Saya sering membacakan buku, mengajak bermain, dan memuji tiap kali Len Al berhasil meraih mainannya. Saat di dapur, istri saya menunjuk dan menyebut nama benda yang dipegangnya, mengajak bermain dan bicara sambil menyuapi makanan.”
Leo leonidas MD FAAP
Kini Len Al (29), putra Leo Leonidas-Assistant Clinical Professor in Pediatrics Tufts University School of Medicine, Boston- sebagaimana diceritakan dalam Brainy-Child.com mengikuti jejak ayahnya, menjalani pendidikan dokter spesialis anak. Len Al cemerlang sejak sekolah dasar dan selalu jadi juara.
Pelbagai penelitian membuktikan bahwa memeluk, menyanyi, bermain, dan berbicara pada bayi bisa meningkatkan kecerdasan mereka.
Menurut dr Soedjatmiko SpA (K) MSi (Psi) dari Bagian Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dalam simposium sehari “Penyiapan Anak Sehat dan Berkualitas Sejak Dini”, Selasa (12/8), sel-sel otak janin terbentuk sejak tiga-empat bulan dalam kandungan dan berlanjut sampai anak berusia tiga-empat tahun. Jumlah sel otak tumbuh mencapai miliaran, tetapi belum ada hubungan antarsel. Kualitas dan kompleksitas rangkaian hubungan antarsel otak ditentukan stimulasi lingkungan.
“Hubungan ini mulai terbentuk saat janin berusia enam bulan. Makin bervariasi rangsangan yang diterima bayi dan balita, makin kompleks hubungan antarsel otak. Makin sering dan teratur rangsangan yang diterima, makin kuat hubungan antarsel otak. Makin kompleks dan kuat hubungan antarsel otak, makin tinggi dan bervariasi kecerdasan anak,” ujar Soedjatmiko dalam simposium yang merupakan kerja sama Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional dan Kantor Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dalam rangka Hari Anak Nasional dan Pekan ASI Sedunia tahun 2003.
STIMULASI dini perlu dilakukan sejak bayi lahir, bahkan sejak janin enam bulan dalam kandungan. Rangsangan dilakukan tiap hari pada semua sistem indera (pendengaran, penglihatan, perabaan, pembauan, pengecapan), gerak kasar dan halus dari kaki, tangan dan jari-jari, mengajak berkomunikasi serta merangsang perasaan yang menyenangkan, serta pikiran bayi dan balita.
Stimulasi disarankan dilakukan terus-menerus saat berinteraksi dengan bayi atau balita. Misalnya saat memandikan, mengganti popok, menyusui, menyuapi makanan, menggendong, berjalan-jalan, bermain, sampai menjelang tidur.
“Stimulasi harus dilakukan dalam suasana menyenangkan dan penuh kasih sayang. Ibu atau pengasuh harus peka terhadap isyarat bayi, artinya memperhatikan minat, keinginan atau pendapat anak, serta tidak memaksakan kehendak jika anak sedang mengantuk, bosan atau ingin bermain yang lain. Pengasuh harus menciptakan rasa aman dan nyaman, mendorong keberanian untuk mencoba berkreasi, memberi penghargaan atau pujian atas keberhasilan atau perilaku yang baik, memberi koreksi dan bukan ancaman atau hukuman bila anak tidak dapat melakukan sesuatu atau membuat kesalahan,” urai Soedjatmiko yang juga Ketua III Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI).
Stimulasi yang bervariasi dalam suasana yang menyenangkan akan memacu pelbagai aspek kecerdasan anak, seperti logika-matematik, emosi, komunikasi, bahasa, musikal, gerak, visuo-spasial, dan seni rupa.
Atau seperti yang dikemukakan Leonidas, makin dini sel otak atau neuron distimulasi makin banyak sinaps (hubungan antarneuron) yang terbentuk. Makin banyak sinaps neuron terbentuk makin mampu seseorang mengingat, belajar, bicara, berpikir, menghitung, dan lebih kreatif. (ATK)
Stimulasi Dini pada Bayi dan Balita Untuk Mengembangkan Kecerdasan Multipel dan Kreativitas Anak
Apa yang dimaksud dengan kecerdasan multipel ?
Kecerdasan multipel (multiple inteligensia) adalah berbagai jenis kecerdasan yang dapat dikembangkan pada anak, antara lain verbal-linguistic (kemampuan menguraikan pikiran dalam kalimat-kalimat, presentasi, pidato, diskusi, tulisan), logical-mathematical (kemampuan menggunakan logika-matematik dalam memecahkan berbagai masalah), visual spatial (kemampuan berpikir tiga dimensi), bodily-kinesthetic (ketrampilan gerak, menari, olahraga), musical (kepekaan dan kemampuan berekspresi dengan bunyi, nada, melodi, irama), intrapersonal (kemampuan memahami dan mengendalikan diri sendiri), interpersonal (kemampuan memahami dan menyesuaikan diri dengan orang lain), naturalist (kemampuan memahami dan memanfaatkan lingkungan).
Faktor-faktor apa yang mempengaruhi kualitas kecerdasan ?
Kecerdasan multipel dipengaruhi 2 faktor utama yang saling terkait yaitu faktor keturunan (bawaan, genetik) dan faktor lingkungan. Seorang anak dapat mengembangkan berbagai kecerdasan jika mempunyai faktor keturunan dan dirangsang oleh lingkungan terus menerus.
Orangtua yang cerdas anaknya cenderung akan cerdas pula jika faktor lingkungan mendukung pengembangan kecerdasaannnya sejak didalam kandungan, masa bayi dan balita. Walaupun kedua orangtuanya cerdas tetapi jika lingkungannya tidak menyediakan kebutuhan pokok untuk pengembangan kecerdasannya, maka potensi kecerdasan anak tidak akan berkembang optimal. Sedangkan orangtua yang kebetulan tidak berkesempatan mengikuti pendidikan tinggi (belum tentu mereka tidak cerdas, mungkin karena tidak ada kesempatan atau hambatan ekonomi) anaknya bisa cerdas jika dicukupi kebutuhan untuk pengembangan kecerdasan sejak di dalam kandungan sampai usia sekolah dan remaja.
Apa kebutuhan pokok untuk mengembangkan kecerdasan ?
Tiga kebutuhan pokok untuk mengembangkan kecerdasan antara lain adalah kebutuhan FISIK-BIOLOGIS (terutama untuk pertumbuhan otak, sistem sensorik dan motorik), EMOSI-KASIH SAYANG (mempengaruhi kecerdasan emosi, inter dan intrapersonal) dan STIMULASI DINI (merangsang kecerdasan-kecerdasan lain).
Kebutuhan FISIK-BIOLOGIS terutama gizi yang baik sejak di dalam kandungan sampai remaja terutama untuk perkembangan otak, pencegahan dan pengobatan penyakit-penyakit yang dapat mempengaruhi perkembangan kecerdasan, dan ketrampilan fisik untuk melakukan aktivitas sehari-hari.
Kebutuhan EMOSI-KASIH SAYANG : terutama dengan melindungi, menimbulkan rasa aman dan nyaman, memperhatikan dan menghargai anak, tidak mengutamakan hukuman dengan kemarahan tetapi lebih banyak memberikan contoh-contoh dengan penuh kasih sayang. Kebutuhan STIMULASI meliputi rangsangan yang terus menerus dengan berbagai cara untuk merangsang semua system sensorik dan motorik.
Ketiga kebutuhan pokok tersebut harus diberikan secara bersamaan sejak janin didalam kandungan karena akan saling berpengaruh. Bila kebutuhan biofisik tidak tercukupi, gizinya kurang, sering sakit, maka perkembangan otaknya tidak optimal. Bila kebutuhan emosi dan kasih sayang tidak tercukupi maka kecerdasan inter dan antar personal juga rendah. Bila stimulasi dalam interaksi sehari-hari kurang bervariasi maka perkembangan kecerdasan juga kurang bervariasi.
Apa itu STIMULASI DINI ? Apa manfaatnya ?
Stimulasi dini adalah rangsangan yang dilakukan sejak bayi baru lahir (bahkan sebaiknya sejak janin 6 bulan di dalam kandungan) dilakukan setiap hari, untuk merangsang semua sistem indera (pendengaran, penglihatan, perabaan, pembauan, pengecapan). Selain itu harus pula merangsang gerak kasar dan halus kaki, tangan dan jari-jari, mengajak berkomunikasi, serta merangsang perasaan yang menyenangkan dan pikiran bayi dan balita. Rangsangan yang dilakukan sejak lahir, terus menerus, bervariasi, dengan suasana bermain dan kasih sayang, akan memacu berbagai aspek kecerdasan anak (kecerdasan multipel) yaitu kecerdasan : logiko-matematik, emosi, komunikasi bahasa (lingusitik), kecerdasan musikal, gerak (kinestetik), visuo-spasial, senirupa dll.
Cara melakukan stimulasi dini
Stimulasi sebaiknya dilakukan setiap kali ada kesempatan berinteraksi dengan bayi/balita. misalnya ketika memandikan, mengganti popok, menyusui, menyuapi makanan, menggendong, mengajak berjalan-jalan, bermain, menonton TV, di dalam kendaraan, menjelang tidur.
Stimulasi untuk bayi 0 – 3 bulan dengan cara : mengusahakan rasa nyaman, aman dan menyenangkan, memeluk, menggendong, menatap mata bayi, mengajak tersenyum, berbicara, membunyikan berbagai suara atau musik bergantian, menggantung dan menggerakkan benda berwarna mencolok (lingkaran atau kotak-kotak hitam-putih), benda-benda berbunyi, mengulingkan bayi kekanan-kekiri, tengkurap-telentang, dirangsang untuk meraih dan memegang mainan.
Umur 3 – 6 bulan ditambah dengan bermain ‘cilukba’, melihat wajah bayi dan pengasuh di cermin, dirangsang untuk tengkurap, telentang bolak-balik, duduk.
Umur 6 – 9 bulan ditambah dengan memanggil namanya, mengajak bersalaman, tepuk tangan, membacakan dongeng, merangsang duduk, dilatih berdiri berpegangan.
Umur 9 – 12 bulan ditambah dengan mengulang-ulang menyebutkan mama-papa, kakak, memasukkan mainan ke dalam wadah, minum dari gelas, menggelindingkan bola, dilatih berdiri, berjalan dengan berpegangan.
Umur 12 – 18 bulan ditambah dengan latihan mencoret-coret menggunakan pensil warna, menyusun kubus, balok-balok, potongan gambar sederhana (puzzle) memasukkan dan mengeluarkan benda-benda kecil dari wadahnya, bermain dengan boneka, sendok, piring, gelas, teko, sapu, lap. Latihlah berjalan tanpa berpegangan, berjalan mundur, memanjat tangga, menendang bola, melepas celana, mengerti dan melakukan perintah-perintah sederhana (mana bola, pegang ini, masukan itu, ambil itu), menyebutkan nama atau menunjukkan benda-benda.
Umur 18 – 24 bulan ditambah dengan menanyakan, menyebutkan dan menunjukkan bagian-bagian tubuh (mana mata ? hidung?, telinga?, mulut ? dll), menanyakan gambar atau menyebutkan nama binatang & benda-benda disekitar rumah, mengajak bicara tentang kegiatan sehari-hari (makan, minum mandi, main, minta dll), latihan menggambar garis-garis, mencuci tangan, memakai celana – baju, bermain melempar bola, melompat.
Umur 2 – 3 tahun ditambah dengan mengenal dan menyebutkan warna, menggunakan kata sifat (besar-kecil, panas-dingin, tinggi-rendah, banyak-sedikit dll), menyebutkan nama-nama teman, menghitung benda-benda, memakai baju, menyikat gigi, bermain kartu, boneka, masak-masakan, menggambar garis, lingkaran, manusia, latihan berdiri di satu kaki, buang air kecil / besar di toilet.
Setelah umur 3 tahun selain mengembangkan kemampuan-kemampuan umur sebelumnya, stimulasi juga di arahkan untuk kesiapan bersekolah antara lain : memegang pensil dengan baik, menulis, mengenal huruf dan angka, berhitung sederhana, mengerti perintah sederhana (buang air kecil / besar di toilet), dan kemandirian (ditinggalkan di sekolah), berbagi dengan teman dll. Perangsangan dapat dilakukan di rumah (oleh pengasuh dan keluarga) namun dapat pula di Kelompok Bermain, Taman Kanak-Kanak atau sejenisnya.
Pentingnya suasana ketika stimulasi
Stimulasi dilakukan setiap ada kesempatan berinteraksi dengan bayi-balita, setiap hari, terus menerus, bervariasi, disesuaikan dengan umur perkembangan kemampuannya, dilakukan oleh keluarga (terutama ibu atau pengganti ibu).
Stimulasi harus dilakukan dalam suasana yang menyenangkan dan kegembiraan antara pengasuh dan bayi/balitanya. Jangan memberikan stimulasi dengan terburu-terburu, memaksakan kehendak pengasuh, tidak memperhatikan minat atau keinginan bayi/balita, atau bayi-balita sedang mengantuk, bosan atau ingin bermain yang lain. Pengasuh yang sering marah, bosan, sebal, maka tanpa disadari pengasuh justru memberikan rangsang emosional yang negatif. Karena pada prinsipnya semua ucapan, sikap dan perbuatan pengasuh adalah merupakan stimulasi yang direkam, diingat dan akan ditiru atau justru menimbulkan ketakutan bayi-balita.
Pentingnya pola pengasuhan yang demokratik (otoritatif)
Oleh karena itu interaksi antara pengasuh dan bayi atau balita harus dilakukan dalam suasana pola asuh yang demokratik (otoritatif). Yaitu pengasuh harus peka terhadap isyarat-isyarat bayi, artinya memperhatikan minat, keinginan atau pendapat anak, tidak memaksakan kehendak pengasuh, penuh kasih sayang, dan kegembiraan, menciptakan rasa aman dan nyaman, memberi contoh tanpa memaksa, mendorong keberanian untuk mencoba berkreasi, memberikan penghargaan atau pujian atas keberhasilan atau perilaku yang baik, memberikan koreksi bukan ancaman atau hukuman bila anak tidak dapat melakukan sesuatu atau ketika melakukan kesalahan.
Mengapa stimulasi dini bisa merangsang kecerdasan multipel ?
Sel-sel otak janin dibentuk sejak 3 – 4 bulan di dalam kandungan ibu, kemudian setelah lahir sampai umur 3 – 4 tahun jumlahnya bertambah dengan cepat mencapai milyaran sel, tetapi belum ada hubungan antar sel-sel tersebut. Mulai kehamilan 6 bulan, dibentuklah hubungan antar sel, sehingga membentuk rangkaian fungsi-fungsi. Kualitas dan kompleksitas rangkaian hubungan antar sel-sel otak ditentukan oleh stimulasi (rangsangan) yang dilakukan oleh lingkungan kepada bayi-balita tersebut.
Semakin bervariasi rangsangan yang diterima bayi-balita maka semakin kompleks hubungan antar sel-sel otak. Semakin sering dan teratur rangsangan yang diterima, maka semakin kuat maka hubungan antar sel-sel otak tersebut. Semakin kompleks dan kuat hubungan antar sel-sel otak, maka semakin tinggi dan bervariasi kecerdasan anak di kemudian hari, bila dikembangkan terus menerus, sehingga anak akan mempunyai banyak variasi kecerdasan (multiple inteligensia).
Bagaimana cara merangsang kecerdasan multipel ?
Untuk merangsang kecerdasan berbahasa verbal ajaklah bercakap-cakap, bacakan cerita berulang-ulang, rangsang untuk berbicara dan bercerita, menyanyikan lagu anak-anak dll.
Latih kecerdasan logika-matematik dengan mengelompokkan, menyusun, merangkai, menghitung mainan, bermain angka, halma, congklak, sempoa, catur, kartu, teka-teki, puzzle, monopoli, permainan komputer dll.
Kembangkan kecerdasan visual-spatial dengan mengamati gambar, foto, merangkai dan membongkar lego, menggunting, melipat, menggambar, halma, puzzle, rumah-rumahan, permainan komputer dll.
Melatih kecerdasan gerak tubuh dengan berdiri satu kaki, jongkok, membungkuk, berjalan di atas satu garis, berlari, melompat, melempar, menangkap, latihan senam, menari, olahraga permainan dll.
Merangsang kecerdasan musikal dengan mendengarkan musik, bernyanyi, memainkan alat musik, mengikuti irama dan nada.
Melatih kecerdasan emosi inter-personal dengan bermain bersama dengan anak yang lebih tua dan lebih muda, saling berbagi kue, mengalah, meminjamkan mainan, bekerjasama membuat sesuatu, permainan mengendalikan diri, mengenal berbagai suku, bangsa, budaya, agama melalui buku, TV dll.
Melatih kecerdasan emosi intra-personal dengan menceritakan perasaan, keinginan, cita-cita, pengalaman, berkhayal, mengarang ceritera dll.
Merangsang kecerdasan naturalis dengan menanam biji hingga tumbuh, memelihara tanaman dalam pot, memelihara binatang, berkebun, wisata di hutan, gunung, sungai, pantai, mengamati langit, awan, bulan, bintang dll.
Bila anak mempunyai potensi bawaan berbagai kecerdasan dan dirangsang terus menerus sejak kecil dengan cara yang menyenangkan dan jenis yang bervariasi maka anak kita akan mempunyai kecerdasan yang multipel.
Bagaimana cara mengembangkan kreativitas anak ?
Kreativitas dibutuhkan oleh manusia untuk menyelesaikan berbagai masalah dalam kehidupan sehari-hari. Kreativitas harus dikembangkan sejak dini. Banyak keluarga yang tidak menyadari bahwa sikap orangtua yang otoriter (diktator) terhadap anak akan mematikan bibit-bibit kreativitas anak, sehingga ketika menjadi dewasa hanya mempunyai kreativitas yang sangat terbatas.
Bagaimana peran orangtua utk mengembangkan kreativitas anak ?
Kreativitas anak akan berkembang jika orangtua selalu bersikap otoritatif (demokratik), yaitu : mau mendengarkan omongan anak, menghargai pendapat anak, mendorong anak untuk berani mengungkapkannya. Jangan memotong pembicaraan anak ketika ia ingin mengungkapkan pikirannya. Jangan memaksakan pada anak bahwa pendapat orangtua paling benar, atau melecehkan pendapat anak
Orangtua harus mendorong anak untuk berani mencoba mengemukakan pendapat, gagasan, melakukan sesuatu atau mengambil keputusan sendiri (asalkan tidak membahayakan atau merugikan oranglain atau diri sendiri). Jangan mengancam atau menghukum anak kalau pendapat atau perbuatannya dianggap salah oleh orangtua. Anak tidaklah salah, mereka umumnya belum tahu, dalam tahap belajar. Oleh karena itu tanyakan mengapa mereka berpendapat atau berbuat demikian, beri kesempatan untuk mengemukan alasan-alasan. Berikanlah contoh-contoh, ajaklah berpikir, jangan didikte atau dipaksa, biarkan mereka yang memperbaikinya dengan caranya sendiri. Dengan demikian tidak mematikan keberanian mereka untuk mengemukakan pikiran, gagasan, pendapat atau melakukan sesuatu.
Selain itu orangtua harus mendorong kemandirian anak dalam melakukan sesuatu, menghargai usaha-usaha yang telah dilakukannya, memberikan pujian untuk hasil yang telah dicapainya walau sekecil apapun. Cara-cara ini merupakan salah satu unsur penting pengembangan kreativitas anak.
Keluarga harus merangsang anak untuk tertarik mengamati dan mempertanyakan tentang berbagai benda atau kejadian disekeliling kita, yang mereka dengar, lihat, rasakan atau mereka pikirkan dalam kehidupan sehari-hari. Orangtua harus menjawab dengan cara menyediakan sarana yang semakin merangsang anak berpikir lebih dalam, misalnya dengan memberikan gambar-gambar, buku-buku. Jangan menolak, melarang atau menghentikan rasa ingin tahu anak, asalkan tidak membahayakan dirinya atau orang lain.
Orangtua harus memberi kesempatan anak untuk mengembangkan khayalan, merenung, berfikir dan mewujudkan gagasan anak dengan cara masing-masing. Biarkan mereka bermain, menggambar, membuat bentuk-bentuk atau warna-warna dengan cara yang tidak lazim, tidak logis, tidak realistis atau belum pernah ada. Biarkan mereka menggambar sepeda dengan roda segi empat, langit berwarna merah, daun berwarna biru. Jangan banyak melarang, mendikte, mencela, mengecam, atau membatasi anak. Berilah kebebasan, kesempatan, dorongan, penghargaan atau pujian untuk mencoba suatu gagasan, asalkan tidak membahayakan dirinya atau orang lain.
Semua hal-hal tersebut akan merangsang perkembangan fungsi otak kanan yang penting untuk kreativitas anak yaitu: berfikir divergen (meluas), intuitif (berdasarkan intuisi), abstrak, bebas, simultan.
Ringkasan
    • Jika menginginkan anak dengan kecerdasan multipel harus dilakukan perangsangan sejak bayi setiap hari pada semua sistem indera (pendengaran, penglihatan, perabaan, pembauan, pengecapan), dengan mengajak berbicara, bermain untuk merangsang perasaan dan pikiran, merangsang gerak kasar dan halus pada leher, tubuh, kaki, tangan dan jari-jari.
    • Cara melakukan stimulasi harus disesuaikan dengan umur dan tahapan tumbuh -kembang anak. Stimulasi dilakukan setiap kali ada kesempatan berinteraksi dengan bayi/balita, misalnya ketika memandikan, mengganti popok, menyusui, menyuapi makanan, menggendong, mengajak berjalan-jalan, bermain, menonton TV, di dalam kendaraan, menjelang tidur, atau kapanpun dan dimanapun ketika anda dapat berinteraksi dengan balita anda. Selanjutnya dapat ditambah melalui Kelompok Bermain, Taman Kanak-Kanak dan sejenisnya.
    • Stimulasi harus dilakukan dalam suasana yang menyenangkan, yaitu pola asuh yang otoritatif (demokratik). Artinya : pengasuh harus peka terhadap isyarat-isyarat bayi, memperhatikan minat, keinginan atau pendapat anak, tidak memaksakan kehendak pengasuh, penuh kasih sayang, dan kegembiraan, menciptakan rasa aman dan nyaman, memberi contoh tanpa memaksa, mendorong keberanian untuk mencoba berkreasi, memberikan penghargaan atau pujian atas keberhasilan atau perilaku yang baik, memberikan koreksi bukan ancaman atau hukuman bila anak tidak dapat melakukan sesuatu atau ketika melakukan kesalahan.
    • Pola asuh otoritatif penting untuk mengembangkan kreativitas anak. Dengarkan omongan anak, dorong anak untuk berani mengucapkan pendapatnya, hargai pendapat anak, jangan memotong pembicaraan anak, jangan memaksakan pendapat orangtua atau melecehkan pendapat anak. Rangsanglah anak untuk tertarik mengamati dan mempertanyakan tentang berbagai hal dilingkungannya, beri kebebasan dan dorongan untuk mengembangkan khayalan, merenung, berfikir, mencoba dan mewujudkan gagasan. Berikan pujian untuk hasil yang telah dicapainya walau sekecil apapun. Jangan menghentikan rasa ingin tahu anak, jangan banyak mengancam atau menghukum, beri kesempatan untuk mencoba, asalkan tidak membahayakan dirinya atau orang lain.
 sumber: http://smartparent.wordpress.com/category/stimulasi-bayi/

Sabtu, 07 Mei 2011

USG Sebagai Alat Bantu Diagnosis pada DBD

Pemeriksaan Ultrasonografi (USG) dapat membantu menemukan ekstravasasi plasma pada penderita Demam Berdarah Dengue (DBD). Ekstravasasi plasma ini dijumpai berupa penebalan dinding kandung empedu, asites, dan efusi pleura. Penebalan dinding kandung empedu dan asites/efusi merupakan refleksi atau akibat dari kebocoran cairan intravaskular ke ruang interstitial/ ekstravaskular. Beberapa kondisi penyakit yang dapat menimbulkan penebalan kandung empedu tersebut yaitu hipoalbuminemia, asites dan hipertensi vena sistemik (Patriquin dkk).
Pemeriksaan USG dilakukan setelah pasien menjalani puasa selama 6 jam untuk memungkinkan distensi kandung empedu secara optimal. Dinding kandung empedu dikatakan abnormal bila tebal dinding posterior pada potongan yang tegak lurus dengan sumbu panjang dan sumbu pendek melebihi 3 mm dan terlihat zona anechoic (dinding berlapis dua). Hemokonsentrasi didefinisikan bila terjadi peningkatan kadar hematokrit >20%.
Setelah diketahui adanya efusi dan asites melalui pemeriksaan USG, maka keadaan klinis tersebut digunakan sebagai gold standard adanya kebocoran dinding vaskular. Lalu ini dibandingkan dengan peningkatan hemotokrit >20% untuk kemudian dilakukan uji diagnosis.
Diagnosis DBD ditegakkan berdasarkan kriteria diagnosis menurut WHO tahun 1997 yang terdiri dari kriteria klinis dan laboratoris sebagai berikut:
  1. Demam tinggi mendadak selama 2-7 hari
  2. Terdapat manifestasi perdarahan ditandai dengan: uji torniquet positif, petekie, ekimosis, purpura, perdarahan mukosa, epistaksis, perdarahan gusi, hematemesis/melena
  3. Pembesaran hati
  4. Syok, dan kriteria laboratoris:
  1. Trombositopenia < 100.000/uL
  2. Hemokonsentrasi. Dua kriteria pertama ditambah dengan salah satu kriteria cukup untuk menegakkan diagnosis DBD.

Sampai saat ini infeksi virus dengue yang secara klinis dapat bermanifestasikan sebagai Demam Dengue (DD) atau Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat. Angka fatalitas DBD berdasarkan laporan Sheng Lee dan Rahman berkisar 1,14%-1,2%. Corporate Communications
Dikutip dari artikel berjudul Peran USG Sebagai Alat Bantu Diagnostik pada Penyakit Demam Berdarah Dewasa, tulisan JB Suharjo B Cahyono, Bagian Penyakit Dalam RS RK Charitas, Palembang, seperti dimuat di majalah MEDICINUS edisi Maret-Mei 2010, hal. 11. Artikel selengkapnya dapat dilihat di http://www.dexa-medica.com/supportandservices/healthcareprofessionals/

sumber: http://www.dexa-medica.com/newsandmedia/news/detail.php?idc=2&id=585

Pencegahan Umum Terhadap Rekurensi Batu Ginjal

Batu ginjal bersifat residif. Berdasarkan penelitian Uribarri (1989), risiko terbentuknya batu kedua sebesar 14% pada tahun pertama, 35% pada lima tahun berikutnya, dan 52% pada 10 tahun kemudian. Oleh sebab itu, meskipun batu telah keluar baik secara spontan maupun intervensi urologi, rekurensi batu harus dicegah.
Pencegahan pertama yang dapat dilakukan terhadap rekurensi batu ginjal adalah menjaga jumlah air kemih, yakni dengan menjaga asupan minum per hari sebanyak 2,5-3 liter. Hal tersebut akan meningkatkan jumlah pengeluaran air kemih, yang akhirnya akan mengurangi kejenuhan komponen kristal pembentuk batu. Di samping itu, volume air kemih yang cukup akan mengikis kristal yang sudah terbentuk.
Pencegahan berikutnya adalah diet mengandung kalsium. Lebih dari 80% batu terbentuk dari unsur kalsium. Borghi dkk melakukan penelitian mengenai efek diet kalsium terhadap kekambuhan batu pada pasien yang menderita hiperkalsiuria idiopatik. Hasilnya adalah bahwa kelompok diet tinggi kalsium (dengan pembatasan diet oksalat, protein, dan garam) mengalami kekambuhan batu ginjal lebih rendah dibandingkan yang diet rendah kalsium.
Diet rendah oksalat juga dapat menjadi salah satu pencegahan. Penelitian Borghi menyatakan, agar batu ginjal jenis kalsium tidak mengalami kekambuhan, maka sebaiknya diet tinggi oksalat harus dibatasi. Meskipun ada berbagai jenis makanan yang mengandung oksalat, namun yang lebih banyak kandungan oksalatnya adalah jenis makanan seperti sayuran berwarna hijau, gula bit, kulit ari biji gandum (wheat bran), kacang-kacangan, biji-bijian, produk kedelai, teh, coklat, dan stroberi.
Pencegahan berikutnya adalah pembatasan konsumsi garam dapur. Pengeluaran kalsium bersama air kemih berkaitan langsung dengan pengeluaran natrium atau garam. Mengurangi komsumsi garam dapur <2 gram/hari memberikan beberapa efek yang menguntungkan, seperti: mengurangi ekskresi kalsium, meningkatkan kadar sitrat di ginjal, mengurangi kejenuhan garam urat, yang semuanya secara sinergi akan menurunkan kristalisasi kalsium oksalat.
Pencegahan selanjutnya adalah pembatasan protein hewani. Mengkonsumsi protein hewani mempunyai beberapa efek yang mempengaruhi kimiawi air kemih, seperti: menurunkan ekskresi sitrat dan meningkatkan ekskresi kalsium dan asam urat. Beberapa contoh protein hewani yang harus dibatasi konsumsinya adalah jantung, hati, usus, limpa, otak, sardin, dan kerang.
Terakhir adalah serat atau fiber. Menurut kemampuan cerna usus, serat dibagi menjadi dua, yakni serat tak larut (insoluble fiber) dan serat larut (soluble fiber). Serat larut yang mengandung bahan pektin memberikan keuntungan tubuh karena sifatnya yang dapat mengikat asam lemak dan kolesterol. Sedangkan serat tak larut bagi penderita batu ginjal menguntungkan karena serat ini akan mengikat kalsium, sehingga kalsium yang diserap usus berkurang dan ekskresi melalui ginjal berkurang. Serat tak larut banyak dijumpai pada bayam, kangkung, daun bayung, kacang panjang, buncis, gandum, beras.

Dikutip dari artikel berjudul Manajemen Batu Ginjal yang ditulis oleh JB Suharjo B Cahyono, Bagian Penyakit Dalam RS K Charitas Palembang, seperti dimuat di majalah MEDICINUS edisi Maret-Mei 2010, hal. 29. Artikel selengkapnya dapat dilihat di http://www.dexa-medica.com/supportandservices/healthcareprofessionals/

Solusi Terbaru bagi Diabetesi, Hasil Karya Anak Bangsa

Inlacin® memperbaiki resistensi insulin melalui; pengembalian fosforilasi pada reseptor insulin yang tepat yaitu tyrosine, meningkatkan translokasi GLUT-4 dari sitoplasma menuju membran, up-regulator PPAR É£ sehingga terjadi sintesa GLUT-4 baru, menurunkan TNF-α dan memberikan afinitas pada receptor yang cukup tinggi.
Resistensi insulin adalah penyebab tersering terjadinya diabetes mellitus. Sebagaimana diungkap penelitian Haffner SM pada tahun 2000 menunjukkan, dari sekian banyak penderita diabetes tipe 2, sebanyak 83% disebabkan oleh resistensi insulin. "Jadi, bisa disebutkan bahwa mayoritas pasien DM tipe dua adalah mereka dengan comorbiditas resistensi insulin," ujar DR. Raymond R Tjandrawinata, molecular pharmacologist dari PT. Dexa Medica.
Pada DM tipe 2, resistensi insulin akan meningkatkan TNF-α, yang dibuat oleh sel lemak. Dari peningkatan TNF-α akan terjadinya lipolisis, kemudian terjadi lipotoksisitas. "Karena lipolisis akan meningkatkan kadar asam lemak bebas dalam darah, seperti beta hidroxybutirat yang banyak ditemukan dalam darah. Selanjutnya, peningkatan asam lemak bebas ini akan mengakibatkan peningkatan resistensi insulin pada jaringan lemak, jaringan otot dan juga hati." Di sisi lain, TNF-α akan meningkatkan produksi ROS, yang kemudian meningkatkan stress oksidatif. Berikutnya akan meningkatkan aktifasi NF-kB dan AP-1, yang mengaktifasi molekul pro inflamatori seperti VCAM-1, ICAM-1 dan RAGE, yang mengakibatkan terjadinya proses aterosklerosis.
Hingga saat ini, sudah banyak obat-obatan yang bekerja untuk memperbaiki kondisi resistensi insulin pada penderita diabetes. Namun, menentukan obat mana yang paling baik dalam memperbaiki jalur ini memerlukan kejelian dari dokter dalam memilihnya.
DLBS 3233 (Inlacin®)
Inlacin® merupakan agen aktif yang ditemukan di Indonesia oleh scientist Indonesia. Berasal dari cinnamon (kayu manis) dan lagestroemia (bungur). Inlacin termasuk dalam golongan insulin sensitizers, seperti halnya TZDs, dan metformin. "Kenapa Inlacin® masuk dalam golongan insulin sensitizers, karena memiliki efek cardiovascular metabolic," ujar Prof. Dr. dr. Askandar Tjokroprawiro SpPDKEMD, dari FK. Universitas Airlangga/ RSUD Dr. Soetomo, Surabaya.
Telah dilakukan penelitian in vivo, untuk mengetahui efek dari penggunaan Inlacin®. Dilakukan pada tikus uji yang mengalami resistensi insulin (dilakukan pemberian glucose mukosa untuk meningkatkan level glucose dari 80 menjadi 120). Hasilnya menunjukkan, setelah diberi Inlacin®, level glucose pada tikus uji menjadi normal, kadar glukosa puasa atau pun 2 jam setelah makan.
Karena PPAR δ juga teraktifasi, kemungkinan besar Inlacin® akan mempengaruhi profil lipid. Dan ternyata benar. Kadar kolesterol total, LDL, HDL dan trigliserid yang tadinya mengalami pemburukan, setelah diberi Inlacin® menunjukkan perbaikan. Kadar kolesterol total turun, LDL turun, HDL meningkat dan trigliserida mengalami penurunan yang sangat signifikan. Salah satu efek dari penurunan trigliserida yang signifikan, akan mengakibatkan pengurangan dari lipolisis dan pengurangan pembentukan asam lemak bebas. Sehingga, resistensi insulin dapat diturunkan.
Dalam beberapa uji klinik secara acak, buta ganda dan terkontrol untuk mengevaluasi efikasi dari DLBS3233 (Inlacin®) pada pasien DM tipe 2 menunjukan penurunan HbA1C sebesar 1,13% di minggu ke 6, dibandingkan dengan placebo. Inlacin® terbukti mampu menurunkan resistensi insulin melalui penurunan HOMA-IR1 selama pemberian 6 minggu. Inlacin® juga mampu menurunkan kadar gula darah postprandial setelah terapi 6 minggu.
Menurut Prof. Askandar, Inlacin® merupakan terapi baru dalam pengobatan pasien diabetes. Inlacin® dapat memperbaiki resistensi insulin, melalui beberapa mekanisme, di antaranya mengembalikan fosforilasi pada receptor insulin yang tepat yakni tyrosine, sehingga akan menekan resistensi insulin. Selain itu, Inlacin® mampu meng-up-regulasi PPAR δ dan PPAR É£ sehingga akan meningkatkan sintesis GLUT-4, baik jumlah maupun tingkat aktivitasnya. Inlacin® juga terbukti mampu meningkatkan translokasi GLUT-4 dari sitoplasma menuju membrane, dan yang terakhir menurunkan TNF-α.
Inilah yang membedakan Inlacin® dengan pioglitazon, karena pioglitazon tidak meningkatkan jumlah GLUT-4 dan hanya meningkatkan aktivitasnya. Sedangkan DLBS3233 (Inlacin®) dapat meningkatkan jumlah GLUT-4 dan meningkatkan aktivitasnya, sehingga banyak keuntungan yang didapatkan," ujar. Prof. Askandar. (Sumber: Majalah Ethical Digest, No. 87, Thn. IX, Mei 2011, Hal. 56)

 untuk lebih jelasnya bisa kunjungi: http://www.dexa-medica.com/newsandmedia/news/detail.php?idc=2&id=854

REAKSI TERHADAP OBAT INTRAVENOUS YANG DIPAKAI UNTUK UROGRAFI


REAKSI TERHADAP OBAT INTRAVENOUS
YANG DIPAKAI UNTUK UROGRAFI

Bahan kontras dipakai untuk pemeriksaan urografi (ginjal, ureter dan buli). BAHAN INI HANYA BOLEH DIINJEKSIKAN OLEH DOKTER ATAU DENGAN IZIN DOKTER. Harus ada seorang dokter di rumah sakit yang menemani sekaligus memantau pasien sewaktu bahan ini diberikan sampai pemeriksaan sinar-X selesa.
Bahan yang dipakai dalam urografi ini harus diinjeksikan ke dalam vena, bahan ini memungkinkan untuk melihat ginjal, ureter dan buli yang normal tidak terlihat pada foto biasa. Bahan-bahan tersebut adalah senyawa iodine kompleks, yang bisa menimbulkan reaksi pada penderita, mulai dari yang ringan sampai amat serius dan bahkan bisa juga mengakibatkan kematian (walaupun jarang).
Reaksi terhadap bahan ini bisa terjadi pada awal injeksi atau segera sesudahnya atau bahkan tertunda 20 - 40 menit setelah injeksi. Reaksi yang terjadi tidak tergantung pada jumlah obat yang diinjeksikan, sejumlah kecil bisa menimbulkan reaksi yang sama beratnya dengan jumlah yang besar. Tidak ada cara yang bisa dipakai untuk mentes penderita sebelum injeksi dilakukan.
Reaksi yang ringan sering terjadi (jangan dikacaukan dengan epileptic fit), tetapi untungnya reaksi yang amat serius jarang terjadi. Setiap orang bisa memberikan reaksi. Reaksi terhadap obat tidaklah secara khas berhubungan dengan bentuk-bentuk alergi yang lain, walaupun penderita asthmatik bisa memberikan reaksi yang lebih cepat dibandingkan dengan mereka yang tidak mempunyai riwayat alergi. Tidak seorang pun bisa yakin bahwa tidak akan timbul reaksi, usahakan untuk mengetahui obat yang telah dipergunakan itu. Kemungkinan kecil timbul reaksi kedua pada mereka bila diinjeksikan bahan kontras yang berbeda. Tetapi bila penderita pernah mengalami reaksi sebelumnya, anda harus siap untuk menghadapi timbulnya reaksi yang lain.
HARUS SELALU TERSEDIA PENGOBATAN YANG MEMADAI (ANTI-HISTAMIN, STEROID, EPINEFRIN, ATROPIN DAN CAIRAN GARAM I.V.) SEBELUM BAHAN KONTRAS DIINJEKSIKAN, PERLU PERHATIAN KHUSUS UNTUK BAHAN KONTRAS YANG DIPAKAI UNTUK PEMERIKSAAN CHOLANGIOGRAFI.
Text Box: DUA ATURAN POKOK :
(1) PASTIKAN BAHWA TERSEDIA OBAT-OBATAN UNTUK MENGATASI REAKSI SEBELUM BAHAN KONTRAS DIINJEKSIKAN.
(2) SETELAH BAHAN KONTRAS DIINJEKSIKAN, JANGAN MENINGGALKAN PENDERITA TIDAK TERJAGA SAMPAI PEMERIKSAAN SELESAI DAN PENDERITA MERASA SEHAT-SEHAT SAJA. TIDAK PERNAH ADA PENDERITA YANG MENDAPAT REAKSI SERIUS SETELAH 60 MENIT.

Text Box: BERTINDAKLAH BIJAKSANA :
BILA PENDERITA MEMPUNYAI RIWAYAT ADANYA REAKSI TERHADAP INJEKSI BAHAN KONTRAS ATAU RIWAYAT ALERGI YANG BERAT, RUJUKLAH KE RUMAH SAKIT BESAR UNTUK PEMERIKSAAN.

PASTIKAN BAHWA ANDA TELAH MENYEDIAKAN ATROPIN I.V., ANTI-HISTAMIN, EPINEFRIN I.V. DAN STEROID SERTA SEMPRIT, DALAM ATAU DEKAT RUANGAN SINAR-X SEWAKTU BAHAN KONTRAS DIBERIKAN.

REAKSI RINGAN
Penderita akan mengeluh adanya rasa panas dan tertekan pada abdomen, bersin, timbul urticaria (biduran), merasa mual dan menjadi gelisah.

Pengobatan
Tentramkan penderita. Katakan padanya jangan khawatir karena reaksi akan segera berlalu. Kendorkan pakaian penderita bila ketat. Katakan kepada penderita untuk menarik napas dalam dan relax.
Tinggallah bersama penderita dan perhatikan dia dengan seksama sampai gejala menghilang. Bila reaksi yang terjadi ini tidak membaik dalam beberapa saat, suruh seseorang untuk memanggil dokter atau perawat.

REAKSI YANG LEBIH KUAT
Penderita mungkin muntah, napas menjadi pendek (dyspneu) dan kulit menjadi pucat. Dia mulai berkeringat dan amat gelisah. Denyut nadi menjadi cepat.

Pengobatan
Tetap tenang dan tentramkan penderita.
Tinggikan kepala dan bahu penderita bila napasnya menjadi pendek.
Bila muntah miringkan kepala ke satu arah untuk mencegah aspirasi muntahan.
Bila ada tanda-tanda kolaps (kulit pucat, berkeringat, nadi cepat) naikkan kaki penderita dan rendahkan kepalanya (bila memungkinkan, lakukan hal ini diatas meja sinar-X). Lebih penting, JAGA AGAR PENDERITA TETAP BERBARING.
Tetaplah bersama penderita setiap saat.
Panggil dokter bila gejala-gejala tidak cepat membaik (setelah beberapa menit.

REAKSI KONTRAS YANG BERAT
Kulit pucat, berkeringat, napas amat dangkal, nadi cepat dan amat lemah. Hilangnya kesadaran dan jantung berhenti berdenyut.

REAKSI KONTRAS YANG BERAT ADALAH SUATU KEADAAN GAWAT DARURAT. ANDA HARUS BERTINDAK CEPAT.
-          Panggil dokter dan perawat.
-          Buatlah penderita tetap hangat dan mulailah melakukan pernapasan buatan bila penderita berhenti bernapas.
-          Bila oksigen tersedia, berikanlah pada penderita bila napasnya sulit. Pastikanlah bahwa jalan napas tidak tersumbat.
-          Bila dokter dan perawat tiba, beritahukan mereka di mana obat-obatan untuk keadaan gawat darurat tersimpan.

Tindakan dokter
Periksa keadaan umum penderita :
-          Apakah penderita masih bernapas?
-          Apakah jalan napas baik (tidak tersumbat)?
-          Apakah jantung masih berdenyut?
Bila tidak, mulailah resusitasi jantung-paru, pulihkan jalan napas bila perlu

PERIKSA NADI



 ***SEMOGA BERMANFAAT***


Jumat, 06 Mei 2011

Tumpek Landep dan Pengertiannya



Jeromangku_sudiada@yahoo.comThis email address is being protected from spam bots, you need Javascript enabled to view it
Sebelum JMS jumping ke pengertian Tumpek Landep itu sendiri, bersama ini JMS jelaskan tentang apa itu TUMPEK, dan bagaimana keberadaannya serta syclus durasi pemunculannya.
Tumpek = Asal dari kata Tumampek, mendekatkan diri kepada sang Maha Pencipta dg jalan mensyukuri segala ciptaannya baik secara langsung maupun tidak langsung kita nikmati sehingga sudah sewajarnyalah kita mensyukurinya kepada sang pemberi nikmat.
Syclus kedatangannya
Tiada lain adalah sebagai apa yang digariskan oleh arti Tumpek itu sendiri yaitu:
TU = metu dan Pek = berakhir Jadi Tumpek berarti merupakan Awal dan juga akhir. Tumpek sangat erat kaitannya dengan Kalender Hindu di Bali yang merupakn gabungan dari Caka surya pramana dan Chandra Pramana serta Wuku yang kita kenal sebanyak tiga puluh wuku, selain wuku ada juga syclus lain yaitu Saptawara dan Pancawara.
Sehingga antara Sapta wara terakhir Saniscara ketemu dengan Pancawara terakhir ( kliwon ) maka syclus inilah kemudian disebut tumpek, yg datangnya setiap 35 hari 1 X.
Tumpek akan bertemu setiap akhir wuku Saniscara (Sapta wara ) dan akhir Pancawara Kliwon, inilah yang kemudian disebut denga awal dan akhir dalam istilah Hindu disebut Utpeti, Stiti dan Prelina, yang kemudian diambilah Utpeti dan Prelina ( Tum-Pek )
BERMACAM MACAM TUMPEK.
1. Tumpek Landep.
Bersyukur kepada Hyang Maha Pencipta dalam manifestasinya sebagai Hyang Pasupati atas ciptaanya, sehingga atas analisys dari manusia menggunakan ketajaman Jnananya sehingga berhasilah mengolah logam logam yang dipergunakan untuk melancarkan usahanya dalam menunjang kehidupan sehari-hari, sehingga lazimnya pada tumpek ini sepertinya di katagorykan sebagai sarwa sanjata-senjatanyapun yang dari Logam, pada hal yang utama bagaimana ketajaman dari Jnanam kita yang di anugrahi oleh sang maha pencipta.
2. Tumpek Wariga.
Bersyukur kepada Hyang Maha Pencipta dalam manifestasinya sebagai Hyang Sangkara atas ciptaanya, atas analisys manusia serta usahanya untuk mengolah tumbuh tumbuhan sedemikian rupa, sehingga memberikan makna dan berhasil guna untuk memenuhi kehidupan sehari-hari.
3. Tumpek Kuningan
Bersyukur kepada Hyang Maha Pencipta dalam manifestasinya sebagai Hyang Iste dewata atas ciptaanya, sehingga kita sebagai manusia bisa melakukan penghormatan kepada Raje-Dewata dan Dewati atas jasa yang telah diberikan kepada kita, sehingga kita bisa meneruskan cita cita para leluhur semasa hidupnya.
4. Tumpek Klurut.
Bersyukur kepada Hyang Maha Pencipta dalam manifestasinya sebagai Hyang Aji Gurnita atas ciptaanya, sehingga atas analisys & usaha manusia bisa menikmati kesenangannya dalam Keindahan dan seni.
5. Tumpek Uye.
Bersyukur kepada Hyang Maha Pencipta dalam manifestasinya sebagai Hyang Rare angon atas ciptaanya, sehingga atas analisys dan usaha manusia bisa memanfaatkan jasa-jasa dari hewan / binatang baik yang dinikmati langsung maupun yang dikerjakan.
6. Tumpek Wayang
Bersyukur kepada Hyang Maha Pencipta dalam manifestasinya sebagai Hyang Iswara atas ciptaanya, sehingga atas analisys dan usahanya manusia mampu untuk berkreasi dalam mewujudkan Aikyam, Ciwam, Sundaram.
Masing masing tumpek diatas, semuanya mempunyai Mitos yang sangat menarik, Kisah rare angon (Tumpek Uye ), Kisah dari Bhatara Kala ( Tumpek Wayang ) kisah Hyang Kumararatih dsbnya. Tunggu tanggal mainnya akan diceritrakan satu persatu pasti deh kebagian semuanya mari kita sembahyang dulu hari ini dalam rangka bersyukur kepada Hyang PASUPATI. (tumpek landep ) besok besok dilanjutkan Mogi semuanya panjang yusa ayuverdi.

Source :   Kiriman Agung Diatmika
http://www.parisada.org/index.php?option=com_content&task=view&id=748&Itemid=120



dan menurut sumber: http://www.sanggrahanusantara.blogspot.com/


Oleh : Jro Mangku Made Sudiada (Serang)


SAKING TUHU MANAH GURU
MITUTURIN CENING JANI
KEWRUHAN LWIR SANJATA
NE DADIPRABOTANG SAI
KE ANGGEN NGERURUH AMRETE
SE-ENUN CENINGE MAURIF

Dari hati seorang Guru yang paling dalam
Sekarang ini Guru Memberikan nasehat tuk mu
Pengetahuan adalah senjata yang paling ampuh
Yang bisa dipakai keseharianmu
Sebagai senjata tuk menjalankan profesimu
Engkau gunakan selama hayat masih dikandung badan

Rasanya tembang sederhana dipedesaan seperti ini begitu menyentuh, ketika kakek kelawan I Nenek, mengusap-usap rambut cucunya dengan tangannya yang sudah penuh keriput, sambil membelitkan kain batik yang sudah lusuh untuk mengurangi berat beban cucunya karena tangannya sudah terlalu rapuh untuk menyangga beban yang berat.

Dari sudut matanya yang sudah keliatan lamur, namun masih tetap bergulir
airmatanya memanjatkan doa kepada Hyang Moho Suci, diakhir dari tembangnya ditujukan kepada cucu kesayangannya agar kelak tumbuh menjadi anak yang berguna, sanggup untuk menyinari “KULAWANDU MANAWA” sambil berharap. “TEHERANG RAGAN I-DEWA SAMPUNANG OBAH” ajegkanlah Hindu, karena lewat engkaulah kakek dan Nenek untuk mewali punarbawa nunas penglugrahan penebusan dosa, mewali
manumadi untuk mempebaiki tugas kami yang belum tuntas dalam kehidupan sekarang.

Sane mangkin minabang kakek lan dan nenkmu masih menempuh jalan Daksina yana kelahiran yang berulang, sampai akhirnya pencerahan itu datang pada Pekak & nenek mendapatkan pencerahan yang cuckup dumogi mresidayang menempuh jalan Utarayana mewali menunggal Kaula kelawan Igusti, ( Sang Sangkan Paraning Dumadi).

Agak aneh setelah usai gending gending itu dilantunkan mendadak senyum kedamaian menghias bibir Kakek, dan nenek, entah rasa kepuasan apa yang dirasakan setelah menciumi kening cucu cucu kesayanganya tertidur pulas ……Hemm…sebening embun pagi, sebersih salju, bila kuusap rambutmu …permata hatiku.

Seni membuat hidup ini demikian indah sehingga bergairah, IPTEK membuat hidup kita semakin mudah dan…Agama menjadikan hidup kita lebih terarah.

Tumpek Landep Memuja Sang Hyang Pasupati, Pertajam IdepUMAT Hindu kembali merayakan rerahinan Tumpek Landep, Sabtu Kliwon Wuku Landep (7 Mei 2011) hari ini Sanicara Kliwon uku landep. Pada Tumpek Landep, umat Hindu memuja Ida Sang Hyang Widhi dalam prebawa-nya sebagai Sang Hyang Pasupati yang telah menganugerahkan kecerdasan atau ketajaman pikiran sehingga mampu menciptakan teknologi atau benda-benda yang dapat mempermudah dan memperlancar hidup, seperti sepeda motor, mobil, mesin, komputer (laptop) dan sebagainya.
Tetapi dalam konteks itu umat bukanlah menyembah mobil, komputer, tetapi memohon kepada Sang Hyang Pasupati agar benda-benda tersebut betul-betul dapat berguna bagi kehidupan manusia.

Landep dalam Tumpek Landep memiliki pengertian lancip. Secara harfiah diartikan senjata tajam seperti tombak dan keris. Benda-benda tersebut dulunya difungsikan sebagai senjata hidup untuk menegakkan kebenaran. Secara sekala, benda-benda tersebut diupacarai dalam Tumpek Landep.

Tumpek Landep dalam konsept kekinian, senjata lancip itu sudah meluas. Tak hanya keris dan tombak, juga benda-benda hasil cipta karsa manusia yang dapat mempermudah hidup seperti sepeda motor, mobil, mesin, komputer dan sebagainya.

Benda-benda itulah yang diupacarai. Namun harus disadari, dalam konteks itu umat bukanlah menyembah benda-benda teknologi, tetapi umat memohon kepada Sang Hyang Widdhi dalam prebawa-nya sebagai Sang Hyang Pasupati yang telah menganugerahkan kekuatan pada benda tersebut sehingga betul-betul mempermudah hidup.

Dalam pengertian, bahwa umat patut bersyukur kepada Tuhan karena telah diberikan kemampuan atau ketajaman pikiran sehingga mampu enciptakan aneka benda atau teknologi yang dapat mempermudah hidup.

Sementara dalam kaitan dengan buana alit (diri manusia), Tumpek Landep itu sesungguhnya momentum untuk selalu menajamkan pikiran (landeping idep), menajamkan perkataan (landeping wak) dan menajamkan perbuatan (landeping kaya).

Ketiga unsur Tri Kaya Parisuda tersebut perlu lebih dipertajam agar berguna bagi diri sendiri dan orang lain. Buah pikiran perlu dipertajam untuk kepentingan umat manusia, demikian pula perbuatan dan perkataan yang dapat menenteramkan pikiran atau batin orang lain.

Pikiran kita mesti selalu diasah agar mengalami ketajaman. Ilmu pengetahuanlah alat untuk menajamkan pikiran. Komputer yang diciptakan untuk mempertajam pikiran, hendaknya dimanfaatkan dengan baik. Internet mesti digunakan untuk mengakses informasi sehingga wawasan dan kecerdasan bertambah, bukan untuk mengunduh yang lain-lain.

Tumpek Landep memiliki nilai filosofi agar umat selalu menajamkan pikiran.
Setiap enam bulan sekali umat diingatkan melakukan evaluasi apakah pikiran sudah selalu dijernihkan atau diasah agar tajam? Sebab, dengan pikiran yang tajam, umat menjadi lebih cerdas, lebih jernih melakukan analisa, lebih tepat menentukan keputusan dan sebagainya.

Kamis, 05 Mei 2011

Cara Menyimpan ASI yang Benar

bagi ibu2 yang lagi bingung bgmn menyimpan ASI..disini ada infonya yang saya kutip dari http://female.kompas.com/read/2010/03/29/19540273/Cara.Menyimpan.ASI.yang.Benar  untuk lebih jelasnya bisa mengunjungi alamat tsb..

Lebih baik memerah ASI dengan tangan.
KOMPAS.com - Ibu yang bekerja, atau yang memiliki ASI berlebih biasanya akan menyimpan ASI untuk persediaan. Namun, sebenarnya, ASI bisa disimpan berapa lama? Bagaimana penyimpanan ASI yang benar? Bagaimana menyiapkan ASI setelah penyimpanan? Berikut adalah informasi mengenai ASI yang disimpan dari Buku Pintar Merawat Bayi 0-12 Bulan karangan dr Suririnah.

Dalam buku ini diterangkan, bahwa ASI bisa disimpan dalam jangka waktu tertentu. Paling lama ASI dapat disimpan tak lebih dari 6 bulan dalam keadaan beku, jika disimpan lebih lama dari 6 bulan, komposisi yang terkandung dalam ASI bila terurai.

Menurut dr Suririnah, cara penyimpanan ASI dan batas waktu penyimpanan yang baik adalah sebagai berikut:
* Bila akan diberikan dalam waktu 6 jam setelah pengambilan dapat disimpan dalam suhu ruangan, tak perlu disimpan di lemari pendingin.
* Disimpan dalam termos yang diberi es batu bisa bertahan hingga 24 jam.
* Bila akan diberikan dalam waktu 72 jam, ASI disimpan di dalam lemari pendingin (di bawah 5 derajat Celsius, bukan dibuat dalam keadaan beku).
* Bila akan diberikan dalam waktu 3 bulan, ASI disimpan di bagian atas lemari pendingin (freezer), dibekukan pada suhu di bawah -18 derajat Celsius. Dengan penyimpanan khusus ini dapat dibekukan untuk 6 bulan. Ini biasanya dilakukan pada kasus ketika ibu akan pergi dalam jangka waktu tertentu, sehingga perlu mengumpulkan sejumlah ASI sebelumnya.

Membekukan ASI akan merusak beberapa antibodi dalam susu, dan sebaiknya sedapat mungkin menggunakan ASI segar.

Setelah disimpan, saat akan diberikan kepada anak pun perlu penanganan khusus, yakni:
* Ambil ASI yang disimpan berdasarkan waktu pemerahan ASI (yang pertama diperah harus diberikan lebih dulu). Catatlah waktu dan tanggal pemerahan di wadah penyimpanan ASI tersebut.
* Untuk ASI yang disimpan di lemari pendingin cukup dihangatkan dengan cara meletakkan botol di wadah berisi air hangat selama 15 menit, sambil dikocok secara perlahan.
* Untuk ASI beku, keluarkan botol susu yang berisi ASI beku. Setengah jam sebelum waktu menyusui, rendamlah di dalam wadah berisi air hangat. Atau pindahkan ASI beku ke lemari pendingin bagian bawah semalam sebelumnya. Saat akan digunakan esok hari, susu akan mencair, kemudian hangatkan. ASI beku yang dicairkan dapat tahan 24 jam dalam lemari pendingin. Ingat, jangan membekukan kembali ASI yang sudah dipindah ke lemari pendingin tersebut.
* Jangan memanaskan di atas kompor dan microwave karena akan merusak kandungan vitamin dalam ASI.
* Buanglah ASI yang tersisa setelah diberikan pada bayi, jangan menyimpan kembali ke lemari pendingin atau dipanaskan.
* Berikan ASI dengan menggunakan sendok kecil sesuap demi sesuap.


RETROGRADE CYSTOGRAPHY ( CYSTOGRAM)



¨  Teknik atau prosedur pemeriksaan urinary bladder (blass) setelah memasukkan media kontras melalui kateter dengan menggunakan sinar-x untuk menegakkan diagnosa. 

KLINIS :
¨  Trauma
¨  Calculi
¨  Tumor
¨  Inflamantory urinary bladder 

Persiapan pasien :
¨  Tidak ada persiapan khusus, hanya pasien harus mengosongkan bulinya terlebih dahulu sebelum pemasangan kateter dilakukan.
¨  Pasien Melepaskan benda2 logam yang dapat menggangu gambaran. 
PERSIAPAN ALAT DAN BAHAN :
  1. Media kontras iodium 50 cc
  2. Aqua steril 100 cc
  3. Poly cateter 16 G
  4. Spuit 50 cc (spuit kaca 200cc)
  5. Needle 19 G
  6. Pesawat sinar-X, kaset dan film 24x30 cm
Teknik pemeriksaan :
¨  Bahan kontras dicampur dengan aqua steril dengan perbandingan 1 : 3 atau 1 : 4 (1 kontras dan ¾ aqua steril).
¨  Plain foto khusus daerah blass (setelah pasien kencing.
¨  Pasang kateter , menuju blass melalui uretra.
¨  masukkan kontras yang telah dicampur aqua 150 – 500 cc . 

1. Lakukan foto AP :
¨  Supine
¨  Kedua kaki lurus
¨  MSP // pertengahan bucky (meja pemeriksaan)
¨  CR : 10 - 15° ke caudad (agar blass tdk superposisi symphisis pubis)
¨  CP : 2 inchi (5 cm) superior symphisis pubis.
¨  Eksposi : ekspirasi tahan nafas.
Kriteria gambar :
¨  Urinary blader tidak superimposisi dengan symphisis pubis. 


2. Oblique  bilateral  (kanan dan kiri).
¨  Semi supine (bag posterior menempel meja)
¨  Rotasikan tubuh 45°- 60°
¨  Tekuk lutut yang jauh dari ET,luruskan kaki yang dekat dengan ET, tangan yang dekat dengan ET gunakan sebagai ganjalan kepala, yang jauh dari ET diletakkan di depan tubuh.
¨  CR : tegak lurus IR
¨  CP : 2 inchi superior symphisis pubis dan 2 inchi medial SIAS
¨  Eksposi : ekspirasi tahan nafas
CATATAN : digunakan untuk menunjukkan bagian posterolateral blass, khususnya UV junction.
Kriteria gambar :
¨  Urinari blader tidak superimposisi dengan bagian kaki yang ditekuk.



3. PROYEKSI LATERAL :
¨  Proyeksi ini tidak umum dilakukan.
¨  Proyeksi ini umumnya dilakukan dengan klinis : fistel vesicorectal atau  vesicouteral  .
¨  True lateral (lateral recumbent)
¨  Kedua tangan digunakan sebagai bantalan kepala.
¨  Kedua lutut ditekuk, dan letakkan bantal diantara lutut.
¨  CR : tegak lurus IR
¨  CP : 2 inchi superior dan posterior symphisis pubis.
¨  Eksposi : ekspirasi tahan nafas.
Kriteri gambar :
¨  Hip dan femur superimposisi.